REKREASI CE UNAND-UGM II
Yogyakarta, 7 februari 2015
Siang
yang cerah, mengawali perjalanan kami mahasiswa credit earning UNAND-UGM II untuk menjelajahi kota yang terkenal
dengan budaya dan peninggalan bersejarah yang menjadi keajaiban dunia. Salah satu
bagunan peninggalan sejarah yang sangat berharga dan tak pernah sirna
keberadaanya dan selalu menjadi primadona untuk dikunjungi dari dulu sampai
sekarang. Candi Borobudur tempat wisata pertama yang kami kunjungi di kota
gudeg ini.
Candi Borobudur
Sebelum kami mencapai puncak
borobudur, ada hal yang menarik dan unik yang harus kami lakukan. Setiap
pengunjung harus memakai kain batik berwarna biru tua dengan bermotifkan gambar
candi borobudur. Aturan yang harus di patuhi setiap pengunjung yang ingin
datang kesini, kain harus dipakai sebelah kiri bagi perempuan dan kain diikat
sebelah kanan bagi laki-laki. Tapi penggunaan kain ini hanya wajib dilakukan
oleh pengunjung yang berumur diatas 17 tahun saja.
Kami melanjutkan perjalanan untuk
mencapai puncak candi borobudur, alhasil tidak mudah untuk mencapi puncaknya .
butuh tenaga yang cukup untuk menaklukkan anak tangga yang semakin jauh semakin
tinggi langkah kaki untuk mencapai anak tangga yang selanjutnya. cuaca yang
panas berhasil membuat kami terenggah-enggah sampai di puncak candi. Sungguh
pemandangan yang sangat indah dan membuat mata tak jenuh menikmati ciptaan
allah yang menakjubkan ini.
Pemandangan
dari puncak Candi borobudur
Tempat wisata selanjutnya yaitu candi
prambana terkenal dengan tokoh rama dan sintanya , sayang kami tidak bisa masuk
kedalam mengiingat cuaca yang semakin sore sudah tidak bersahabat dengan kami.
Untuk melepaskan rasa kekecewaan kami hanya berfoto dari luar candi prambanan
saja dan berniat untuk kembali lagi kesini.
Candi prambanan
Jika dilihat dari luar candi
prambanan tidak sendirian disana, banyak jenis-jenis candi disana yang secara
jelas kami tidak bisa mengiingat nama-nama candi itu,. Berbeda dengan candi
borobudur yang hanya 1 candi besar yang berada di atas bukit maka candi prambanan
banyak memiliki anak-anak candi dengan berbagai macam ukuran. Ada yang
mengatakan candi pambanan disebut dengan
istilah sebagai candi seribu.
Matahari mulai enggan menampakkan
sinarnya. Perjalanan kami belum berakhir, dengan sisa tenaga yang masih ada
kami melanjutkan untk pergi kealun-alun melihat beringin kembar.konon katanya
tidak semua orang bisa melewati celah diantara pohon besar yang sudah ada sejak
zaman penjajahan ini dengan menutup mata mereka. Rumor yang berkembang
orang-orang yang bisa melewati celah itu adalah orang yang beruntung .Sama
seperti candi rambanan tak banyak yang bisa kami lakukan hanya bisa melihat
dari kaca mobil yang kami rental karena hujan sudah membahasahi kota ini.
Alun-alun
selatan
Uniknya disini ada sepeda lampu yang
berjejer di sepanjang alun-alun. jika kita lihat tidak
seperti sepeda tapi, seperti mobil tanpa pintu dan di penuhi dengan lampu
warna-warni yang indah. Sekali naik kita harus mengeluarkan uang sebesar 30
ribu perorangnya.
Sepeda lampu di alun-alun
Setelah puas berkelana ketempat
wisata di jogja kami memutuskan untuk pulang. Semoga kami bisa tetap mengulangi
perjalanan ini kembali.








0 komentar:
Posting Komentar